Langsung ke konten utama

TIPS NYOBLOS CAPRES-CAWAPRES

Hati-hati memilih presiden. Salah memilih berarti menyerahkan nasib bangsa kepada orang yang salah. Supaya pilihan kita benar-benar terjamin dan menjamin masa depan .yang lebih baik, maka berikut ini tip-tip yang dapat dilakukan:

  1. Gunakan hati dan pikiran kita dengan sebenar-benarnya, tanpa dipengaruhi oleh janji manis dan sosok yang menggiurkan mereka. 
  2. Lakukan istikhoroh.
  3. Berangkat dari rumah dengan niat ikhlas dengan bersandar sepenuhnya pada kebijakan Allah Tuhan YME.
  4. Jangan menerima hadiah atau pemberian sekecil/sebesar apapun. Apapun alasannya, menerima pemberian bagian dari kontrak samar yang harus dipenuhi, jika tidak... maka berarti kitapun ikut berbaur dengan kebohongan.
  5. Jangan panik saat di tempat, krn di tempat ini juga rawan dengan rayuan.
  6. Masuk ruang coblosan dengan tenang dan membaca puji-pujian terhadap Allah Tuhan YME.
  7. Pegang dan amati kertas yang ada.
  8. Baca bismillah, lalu coblos.
  9. Serahkan semuanya pada Allah Tuhan YME. Karena hanya Dia-lah yang berhak atas keadilan dan kebenaran yang sesungguhnya.
OK. Apapun pilihan kita, Indonesia harus menang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelah atau Pahala Berlimpah (Sekolahku Gagal Bag. 6)

Tidak ada profesi yang lebih mulia dari pada profesi pendidik. Kemulian tersebut tidak datang secara otomatis, melainkan harus diperjuangkan. Tujuan perjuangan tersebut hanya satu, yakni memuliakan manusia yang memang sudah mulia sejak penciptannya. Pendidik adalah kholifah , yang berkewajiban untuk mensyiarkan kebenaran dengan kesanggupan untuk menjadi teladan atas kebenaran itu

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAK KAN BERHASIL

Lima dari delapan rumusan tujuan Pendidikan Nasional, yang dinyatakan secara eksplisit dalam Undang-undang No. 20 Th. 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional menekankan pada aspek karakter (akhlaq) daripada pengetahuan dan keterampilan. Setelah dilakukan telaah terhadap eksperimen kurikulum yang sudah dilaksanakan, disimpulkan bahwa KBK dan KTSP-pun dianggap gagal untuk memfasilitasi raihan tujuan tersebut. Dan penetapan implementasi Kurikulum 2013 (selanjutnya K-13) yang mengarah pada penguatan substansi nilai karakter, merupakan keputusan final yang diyakini mampu memfasilitasi idealitas perundangan tersebut. Atas keyakinan tersebut, Pemerintah dengan serta merta (sebagian orang menganggap memaksakan) menyusun kebijakan teknis implementatif, mulai dari desain konten sampai desain distribusi kompetensi konten melalui workshop, bimtek, seminar, lokakarya, Diklat dan sejenisnya. Semuanya dilakukan atas dasar keyakinan bahwa K-13 merupakan jalan keluar paling utama atas masalah ...