Langsung ke konten utama

Contoh Rapor

Contoh format rapor kurikulum 2013.

Komentar

Unknown mengatakan…
minta format pembagian jam untuk tingkat mts, pak, bagus, mts pondoklabu klompangan ajung, terima kasih sebelumnya
Unknown mengatakan…
mita format pembagian jam tingkat mts ya pak, bagus, mts miftahul ulum pondoklabu klompangan ajung trims sebelumnya
Unknown mengatakan…
format pembagian jam untuk tingkat mts ya pak, trims
ISMAIL mengatakan…
Alhamdulillah kita diberi kesempatan untuk menimba ilmu yang lebih luas lagi
edukasiana mengatakan…
Baik. Akan sy upload di blog ini dalam waktu dekat ya? Mks
edukasiana mengatakan…
Mas Hatir. Ayo kita terus saling share demi kebaikan kinerja kependidikan kita. Sip....
Imron Zarkasyi mengatakan…
Ijin download Capt! Istri saya ngajar di MI.
edukasiana mengatakan…
OK Pak Imron. Silahkan

Postingan populer dari blog ini

Lelah atau Pahala Berlimpah (Sekolahku Gagal Bag. 6)

Tidak ada profesi yang lebih mulia dari pada profesi pendidik. Kemulian tersebut tidak datang secara otomatis, melainkan harus diperjuangkan. Tujuan perjuangan tersebut hanya satu, yakni memuliakan manusia yang memang sudah mulia sejak penciptannya. Pendidik adalah kholifah , yang berkewajiban untuk mensyiarkan kebenaran dengan kesanggupan untuk menjadi teladan atas kebenaran itu

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAK KAN BERHASIL

Lima dari delapan rumusan tujuan Pendidikan Nasional, yang dinyatakan secara eksplisit dalam Undang-undang No. 20 Th. 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional menekankan pada aspek karakter (akhlaq) daripada pengetahuan dan keterampilan. Setelah dilakukan telaah terhadap eksperimen kurikulum yang sudah dilaksanakan, disimpulkan bahwa KBK dan KTSP-pun dianggap gagal untuk memfasilitasi raihan tujuan tersebut. Dan penetapan implementasi Kurikulum 2013 (selanjutnya K-13) yang mengarah pada penguatan substansi nilai karakter, merupakan keputusan final yang diyakini mampu memfasilitasi idealitas perundangan tersebut. Atas keyakinan tersebut, Pemerintah dengan serta merta (sebagian orang menganggap memaksakan) menyusun kebijakan teknis implementatif, mulai dari desain konten sampai desain distribusi kompetensi konten melalui workshop, bimtek, seminar, lokakarya, Diklat dan sejenisnya. Semuanya dilakukan atas dasar keyakinan bahwa K-13 merupakan jalan keluar paling utama atas masalah ...