Langsung ke konten utama

Rapor SMA-MA-SMK

Berikut ini model dan aplikasi penilaian untuk rapor pada kurikulum 2013. Format-format tersebut hendaknya diedit terlebih dahulu untuk diadaptasikan dengan konteks satuan pendidikan masing-masing. Lebih jelasnya, silahka  klik link berikut ini:

  1. Model Rapor SMA-MA-SMK
  2. Aplikasi Penilaian SMA-MA-SMK
lebih lanjut, Anda dapat berkelana ke:
  1. guraru.org, dan
  2. koko-jumiko.blogspot.com

Komentar

bahasakita mengatakan…
Aplikasi rapor dan penilaian akademik versi kurikulum 2013 bisa dicoba
*https://app.box.com/s/b64phn5kiiny84mjiluy
atau
*http://www.4shared.com/rar/UBGXI7bWba/RAPOR_KURIKULUM_2013_LCK.html
edukasiana mengatakan…
Alhamdulillah. Dapat referensi tambahan nih. Semoga bermanfaat. AYo kita terus saling share, demi pendidikan kita yang lebih baik. Terima kasih.
ok mengatakan…
PROGRAM RAPOR KURIKULUM 2013 / RAPOR OTOMATIS SEKOLAH TINGKAT SMP/MTS -SMA/MA/SMK DENGAN DISKRIPSI SESUAI DENGAN KD/KI PESERTA DIDIK KUNJUNGI ==> http://eduka-tekno.blogspot.com/

Postingan populer dari blog ini

Lelah atau Pahala Berlimpah (Sekolahku Gagal Bag. 6)

Tidak ada profesi yang lebih mulia dari pada profesi pendidik. Kemulian tersebut tidak datang secara otomatis, melainkan harus diperjuangkan. Tujuan perjuangan tersebut hanya satu, yakni memuliakan manusia yang memang sudah mulia sejak penciptannya. Pendidik adalah kholifah , yang berkewajiban untuk mensyiarkan kebenaran dengan kesanggupan untuk menjadi teladan atas kebenaran itu

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAK KAN BERHASIL

Lima dari delapan rumusan tujuan Pendidikan Nasional, yang dinyatakan secara eksplisit dalam Undang-undang No. 20 Th. 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional menekankan pada aspek karakter (akhlaq) daripada pengetahuan dan keterampilan. Setelah dilakukan telaah terhadap eksperimen kurikulum yang sudah dilaksanakan, disimpulkan bahwa KBK dan KTSP-pun dianggap gagal untuk memfasilitasi raihan tujuan tersebut. Dan penetapan implementasi Kurikulum 2013 (selanjutnya K-13) yang mengarah pada penguatan substansi nilai karakter, merupakan keputusan final yang diyakini mampu memfasilitasi idealitas perundangan tersebut. Atas keyakinan tersebut, Pemerintah dengan serta merta (sebagian orang menganggap memaksakan) menyusun kebijakan teknis implementatif, mulai dari desain konten sampai desain distribusi kompetensi konten melalui workshop, bimtek, seminar, lokakarya, Diklat dan sejenisnya. Semuanya dilakukan atas dasar keyakinan bahwa K-13 merupakan jalan keluar paling utama atas masalah ...